DAMPAK PANDEMI COVID TERHADAP UMKM

Kamis | 26 Agustus 2021 | WIB
DAMPAK PANDEMI COVID TERHADAP UMKM
Foto: Istimewa

SwaraJakarta.com - DAMPAK PANDEMI COVID TERHADAP UMKM

Pandemi covid 19 yang sampai saat masih belum usai dan mempunyai dampak yang cukup besar di berbagai sektor kehidupan, dunia pendidikan hingga dunia usaha, baik skala kecil maupun besar, Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM.

UMKM mempunyai kontribusi yang besar terhadap pendapatan masyarakat maupun negara. Disisi lain UMKM memiliki peranan penting salah satunya perluasan kesempatan kerja dan pengembangan usaha. Bahkan dampak pandemi covid 19 yang memasuki tahu kedua, para pelaku UMKM telah mengurangi karyawan, pendapatan hingga gulung tikar. Hal ini disebabkan tuturnya omset penjualan yang cukup drastis.

Teri dengan dampak pandemi covid 19 Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Djakarta MMFE UID membahasnya dalam Webinar Nasional dengan tema Pengembangan Ekonomi Syariah dengan Penguatan UMKM yang berlangsung hari ini Rabo 25 Agustus 2021. Webinar Nasional yang berlangsung selama dua jam itu menghadirkan narasumber Prof.Dr.H. Maskuri Bakri M.Si Rektor Univ.Islam Malang UNISMA.Ir.H Kokok Alun Akbar Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia. Dr.H.Ahmad Kultun Hia,ISE.MM Founder & CEO PT. Meta Bright Vixion dan H.Ade Kosasih,SE.M.AK Founder & CEO Paramita Medika Group. Moderator Ade Suhendi.S.PDi kepala revisi penyiaran BM JIC.

Ketua program MM, FE UID,Dr.H E.Saefuddin Mubarok,SE.MM dalam sambutan bank syariah menjadi bagian ekonomi nasional menuju membangun UMKM untuk kesejahteraan dan keadilan masyarakat serta pelaku UMKM di Indonesia,sebagai bagian ekonomi nasional UMKM memberikan peran yang strategis bagi pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja sekitar 79 persen dan kontribusi terhadap PDB 60 persen serta peluang UMKM sangat besar,hal ini teihat jumlah konsumen cukup potensial. Saefuddin,disisi lain dikatakan, UMKM memiliki keterbatasan keterbatasan pendannan, kurangnya SDM yang berkualitas dan kurangnya kemampuan menejerial untuk mengelola bisnis . Oleh karena itu dengan peran Tridharma Perguruan Tinggi,prodi magister manajemen FE UID memandang perlu pemikiran dan pengembangan terhadap UMKM, meluk Webinar Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan profesional rame dan manajemen prima dengan pengelolaan UMKM yang unggul dan berkelas.

Rektor Universitas Islam Djakarta UID,Prof.Dr.Rayhan.M.Si. dalam penjelasannya sebagai pembicara kunci,Webinar pada masa pandemi ini banyak diselenggarakan oleh UID dalam rangka memberikan informasi dan peningkatan kualitas keilmuan bagi mahasiswa,alumni dan masyarakat,terutama terkait dengan perkembangan ekonomi di Indonesia dan dunia yabg terkait pemanfaatan teknologi dan media sosial dewasa ini dan hari ini,Sabtu 25 Agustus 2021, Perguruan Tinggi yang dipimpinnya bertema Pengembangan Ekonomi Syariah dengan Penguatan UMKM.

Berkembangan teknologi dan media sosial dimasa pandemi banyak pelaku usaha memanfaatkan untuk menawarkan produknya, pasalnya di masa pandemi dunia usaha berdampak cukup besar, bahkan pengurangan karyawanpun tidak bisa dihindarkan hingga tidak sedikit gulung tikar.Dengan memanfaatkan teknologi dan medsos inilah salah satu terobosan untuk tetap berjalan usahanya di masa pandemi.Saat ini pengguna internet penduduk Indonesia lebih dari 50 persen sebagai alat komunikasi.

Rayhan, mengungkapkan topik tersebut sangat penting diketahui masyarakat, mahasiswa,pelajar karena adanya perubahan perilaku dan perkembangan dunia dan bisnis termasuk UMKM terhadap perkembangan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di masa pandemi.Berdasar dat yang dihimpun uid dari komenfo dan BPS bahwa UMKM tahun 2017/2018 memberikan kontribusi 98,6 persen dengan kegiatan usaha 63,3 juta usaha UMKM. UMKM mengembangkan produk Bruto 57,8 persen, 8,9 triliun dengan jumlah UMKM yang sangat fantastik 60 juta dan menyerap 91 persen tenaga kerja.

Rayhan, dibagikan lain menuturkan, di tahu 2020 terjadi penurun yang dratis akibat pandemi covid, kontribusi menjadi 4,2 triliun, 37,2 hingga 40 persen sektor UMKM berhenti. Ini jelas menurun serapan lapangan kerja dan hampir separuh dari jumlah semula.

Hali ini dampaknya banyak UMKM gulung tikar menjadi 31 juta yang mampu bertahan ditengah pandemi,akibat ya mempengaruhi omzet penjualan yang turun tajam. Bahkan dampak keuangan pun yang di alami pelaku UMKM diantaranya kesulitan membayar karyawan 21 persen membayar pinjaman 22 persen dan membayar biaya tetap 21 persen. Dari sample sebanyak lebih dari 100 UMKM yang tersebar di di 15 propinsi di 60 persen di Jawa dan 40 persen luar Jawa dari hasil pertemuan ini memberikan petunjuk sangat dibutuhkan UMKM dan rencana pemulihan secara nasional di masa pandemi.

Rektor UNISMA,Prof Dr.H Maskuri Bakri M.Si.yang berbicara tentang Menemukan Kembali Budaya Ekonomi Santri, materi itu sangat berat untuk dibahas dalam webinar hari ini, karena beberapa materi untuk mendukung materi tersebut sulit di temukan. Kendati demikian tetap memberikan inspirasi untuk membangun ekonomi Islam dalam kontek ekonomi Syariah . Maskuri, memaparkan akhir akhir ini kita paham ekonomi syariah mendapatkan momentum yang luar biasa kendati pada masa pandemi covid ini mengalami penurunan ekonomi syariah tetap berkobar. Allah SWT memberikan keleluasaan pada umatnya untu berkarya,rezeki tidak ada begitu saja tapi perlu kerja keras,kerja cerdas dan kerja tuntas dan dilakukan secara profesional dan ini tentunya campur tangannya keputusan Allah SWT. Dikatakan prinsip usaha syariah dibangun semata mata bukan mencari keuntungan tapi membangun silaturahmi, silaturahmi ini penting sekali bagi umat manusia.

Maskuri Bakri menjelaskan terbangunnya ekonomi tidak terlepas dari dibangunnya silaturahim atau istilah sekarang networking. Aspek memanfaatkan kalau melihat di beberapa negara termasuk Malaysia lebih dulu mengembangkan ekonomi syariah dari sisi ekonominya. Indonesia mudah mudahan tidak lama lagi insyaallah dengan ekonomi syariah akan menopang kelangsungan kehidupan manusia/masyarakat. Manusia menjadi sentra perubahan peradaban budaya dan dunia ini tergantung dari manusia,maka Investa kualita SDM keniscayaan design dan jangan berharap kita mengharapkan sumber daya alam SDA tapi SDM tidak tersiapkan dengan baik maka akan menjadi petaka begitu Pulu perlunya kualitas pendidikan yang maksimal untu bisa kenangan SDA begitu pula peran diharapkan turut andil lebih dalam SDA dan menjadi proses pendidikan Kampus Merdeka dan Merdeka Kampus.

Berbicara tentang pesantren, pesantren saat ini sudah memiliki berbagai perkembangan usaha yang berbasis ekonomi syariah muali bersifat internal, koperasi syariah dan pranata dalam pesantren yang tertata dengan baik dan ini memberikan inspirasi untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Ir.H.Kokok Alun Akbar, di Rejtur Retail Banking Bank Syariah Indonesia BSI, mengatakan BSI harus kerja keras untuk meningkatkan perbankan syariah supaya ekonomi syariah bisa meningkatkan. Peluang perbankan syariah ada beberapa penyebab dan ada kaitannya inklusi dan literasi,literasi yang rendah saat ini 8,9 persen untuk perbankan syariah Indonesia dibandingkan dengan konvensional yang mencapai 384 jaring masih dibangun dengan konvensional ini penyebabnya masih rendah dan konvensional lebih siap dan perbankan syariah terus berusaha mengejar konvensional sehingga tidak ketinggalan jauh minimal sama.

Kokok Alun Akbar, menyebutkan sampai saat ini perkembangan UMKM masih belum optimal karena akses permodalan, perizinan,inovasi dan jaringan distribusi seta teknologi. Berbicara jaringan distribusi, apalagi saat ini di masa pandemi covid 19, UMKM kini banyak memanfaatkan sistem online dan memasarkan produknya,ini tentu adanya penguatan teknologi dan SDM yang berkualitas serta memahaminya jalur medsos. Untuk itulah perlu adanya pendampingan para pelaku UMKM sehingga memudahkan memasarkan produknya dan mampu bersaing ditengah pandemi.

Dukungan pemerintah terhadap UMKM selama ini terus dilakukan mulai dari pembiayaan KUR dan ada juga ultra mikro dan dari sisi pemasaran produk,dan mendorong melalui digital dan memberikan prioritas. Pemerintah sudah banyak sekali dukungan yang diberikan kepada UMKM. Pada masa pandemi ini pemerintah memberikan dukungan dalam pemulihan ekonomi nasional/UMKM.

Ade Kosasih SE.M.Ak, Founder & CEO Para.ita Medika Group, yang berbicara lebih banyak dari sisi praktek dan pengalaman mengelola bisnis bidang kesehatan ini, mengatakan, bagaimana kita merintis bisnis sehingga menjadi sukses,kunci utama bisnis sukses itu sebenarnya ada dua yaitu pelayanan yang prima dan membangun manajemen yang bagus dan harus dilakukan secara konsisten mulai dari Kecil hingga sukses,dan ini diperlukan kesabaran dan selulu memperbaiki untuk menuju kesempurnaan dalam mengelola bisnis apapun, Di bagian lain dikatakan Kosasih,meminta para pelaku bisnis bisa mengikuti perubahan digital dengan sistim digital sebagai bentuk pelayanan prima/bagus seperti kecepatan,akurat dan mempermudah,dan jangan lupa terus belajar menuju kebaikan dalam mengelola bisnisnya yang benar. Webinar yang berlangsung selama dua jam itu diikuti lebih dari 250 peserta baik dari mahasiswa UID, para alumni UID maupun dari PTS lain di berbagai daerah. ----Asm----