Mesti Ditengah Pandemi Covid 19, Ika Kartika Mampu Raih Gelar Doktor PAI UID

Redaksi Jumat | 18 Desember 2020 | WIB
Mesti Ditengah Pandemi Covid 19, Ika Kartika Mampu Raih Gelar Doktor PAI UID
Foto: Istimewa

SwaraJakarta.com - Mesti Ditengah Pandemi Covid 19, Ika Kartika Mampu Raih Gelar Doktor PAI UID

Sidang Senat Terbuka Universitas Islam Jakarta (UID) dalam pelaksanaan Sidang terbuka Promosi Doktor Pendidikan Agama Islam, pada Kamis 17 Desember 2020, dilakukan dengan protokol kesehatan pencegahan Pandemi Covid 19, dimana Sidang Promosi Doktor yang digelar di Aula Masjid Bab Al Rusydi tersebut, tamu undangan hanya diperbolehkan hadir sebanyak 20 undangan. Dan Proses Ujian juga wajib mengikuti protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Pandemi Covid -19, mulai dari Tes Suhu tubuh, Cuci Tangan hingga jaga jarak dan wajib menggunakan Masker.

Mahasiswa Program Doktor PAI UID, Promovenda IKA Kartika dalam desertasinya dengan tema “Pola Pengembangan Kinerja Dosen Dalam Menghadapi Era digital,4.0” tersebut juga menggunakan metode kualitatif yang dilakukan di UMJ.

Ujian promosi Doktor tersebut dengan Dewan Penguji : Prof Dr. Zainun Kamal MA Prof. Dr. H Aziz Fachrurozi, MA, Prof. Dr Hj Marhamah Syarief MPd, Prof Dr. Dede Rosyada MA, M.Pd, Dr H Sutardjo Atmowidjoyo, M.Pd serta Promotor Prof. Dr. Raihan MSi Dan co promotor Dr. Attabik Lutfi MA.

Promovenda Dalam disertasinya menjelaskan bahwa untuk menghasilkan lulusan di perguruan tinggi keagamaan Islam yg berkualitas dan handal, Perguruan Tinggi dituntut untuk melakukan kemitraan. dengan berbagai pihak, disamping itu PTKIS hendaknya berupaya untuk menyiapkan SDM khususnya tenaga Pendidik/dosen di perguruan tinggi yang professional sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era ,4.0.

Usai Sidang Senat, Rektor UID, Prof Raihan pada wartawan menegaskan, bahwa Dr. IKA Kartika merupakan lulusan ke 9 dari program Doktor PAI di Universitas Islam Jakarta, semoga desertasinya dapat meningkatkan kualitas kinerja dosen, karena desertasinya ada inovasi-inovasi baru dalam Pendidikan Agama Islam, khususnya peningkatan kinerja dosen menghadapi Era Digital 4.0, ungkapnya. (Nrl).