Demokrasi Dibajak, Masyarakat Siap Bergerak Tegakkan Demokrasi Dan Kebenaran

Andi gumilar Senin | 08 Maret 2021 | WIB
Demokrasi Dibajak, Masyarakat Siap Bergerak Tegakkan Demokrasi Dan Kebenaran
Foto: Istimewa

SwaraJakarta.com -

Jakarta - Ketua Umum Forum Masyarakat Untuk Demokrasi (FORMAD), Amos Hutauruk Menyatakan Prihatin atas Demokrasi yang berjalan di era Pemerintahan Jokowi yang semakin hari kian mengalami kemunduran pasca Reformasi, Kami Secara Tegas Menolak Segala Bentuk Arogansi terhadap Demokrasi yang berjalan saat ini dan Kami siap Bergerak untuk menegakkan Demokrasi dan Kebenaran .

Amos menegaskan melihat kondisi politik yang bergejolak saat ini ditubuh Partai Demokrat, banyak pihak Tokoh Nasional dan Ketua Umum Partai lain kaget dan bingung melihat situasi ditubuh Partai Demokrat Berlambang Mercedes tersebut, dibawah kepemimpinan Ketum Partai Demokrat (PD), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kok bisa terjadi hal Kongres Luar Biasa (KLB) tanpa di dasari AD/ART Partai dan juga dengan waktu yang singkat menunjuk Ketua Umum secara aklamasi tanpa dihadiri calonnya? Ini hal baru yang inkonstitusional bagi sejarah Demokrasi di negara ini.

Janganlah bangsa ini diajarkan hal yang tidak terpuji dalam bertingkah laku, karena pasti sejarah mencatatnya. Pertontonkan penerus bangsa ini dengan pola cara yang arif berwibawa (gentlemen), agar kita bangsa indonesia disegani oleh bangsa lain.

Sebagai warga negara Indonesia, Presiden RI, adalah milik rakyat Indonesia bukan milik partai tertentu. Dan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenhumkam) RI jabatan amanah Rakyat, untuk menentukan Organisasi Partai Politik yang Sah diakui oleh struktur organisasi serta para pendukungnya bukan hasil KLB!!

Tingkat kepercayaan masyarakat wajib menjadi landasan dasar dari berjalannya sebuah Demokrasi di Negeri ini, bukan karena suka tidak suka, itu adalah cara pikir yang sesat menurut saya.

Formad Mendesak kepada Menteri Hukum dan Ham untuk Bijak dan penuh hikmat mengambil keputusan yang benar. Tidak takut intervensi kekuasaan, karena amanah jabatan yang Bapak Menteri emban milik rakyat bukan milik segelintir orang atau Kelompok.

Amos menyatakan walau kami masyarakat bukanlah kader maupun pengurus Partai Demokrat, Kami berempati dan prihatin atas kejadian ini serta mengapresiasi kepada seluruh Kader Partai Demokrat di seluruh Pelosok Indonesia dari sabang sampai Merauke yang tetap Solid dan Setia satu hati satu kata SI4P Bela Yang Benar Bukan Yang Bayar.