Ungkap Nilai-nilai Pancasila Di Perguruan Tinggi, E Nurudin Raih Doktor

Priyono Rabu | 17 Maret 2021 | WIB
Ungkap Nilai-nilai Pancasila Di Perguruan Tinggi, E Nurudin Raih Doktor
Foto: Istimewa

SwaraJakarta.com - Ungkap Nilai-nilai Pancasila Di Perguruan Tinggi, E Nurudin Raih Doktor

Prosesi Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Jakarta (UID) yang digelar pada Selasa 16 Maret 2021 tetap mengacu pada protokol kesehatan dengan 3M, dan Promovendus E Nuruddin dengan desertasinya "Pendidikan Nilai-nilai Pancasila di Perguruan Tinggi Agama Islam" di uji oleh para Profesor, diantaranya, Prof.Dr.Ir Raihan, Msi, (Ketua), Prof Dr. Dede Rosyada MA, M.Pd, (Sekretaris), Prof. Dr. H Aziz Fachrurozi, MA, Prof. Dr. Marhamah SPd, Prof. Dr Zainun Kamal, MA. Prof Dr Bedjo Suyanto, M.Pd. serta Dr. Popi Paudali. Berjalan secara Daring dan tatap muka. Dimana tamu undangan dibatasi dan bisa menyaksikan secara online dengan fasilitas Zoom.

E Nurudin menggali data-data dalam penelitiannya yang lebih mendalam, dengan studi analisis, konseptual dan implementatif dalam metode penelitian bahan ajar di beberapa perguruan tinggi Islam di Indonesia, diantaranya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Ar-Raniry Aceh. UIN Sunan Gunung Djati, Bandug, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UID Allaudin, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Raden Patah IAIN Pontianan dan IAIN Antasari, Dan akhirnya Sidang Senat menetapkan E Nurudin berhak menyandang gelar Doktor Pendidikan Agama Islam, dari Universitas Islam Jakarta, sebagai Doktor PAI UID yang ke 16.

Usai Sidang Senat UID, Dr. E Nuruddin menjelaskan, bahwa pada pelaksanaan proses pembelajaran, baik bahan ajar maupun yang menerima pelajaran Pancasila dan nilai-nilai Pancasila di Perguruan Tinggi, sepertinya perlu, pertama Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 pasal 35 ayat 5, mengamanatkan bahwa Pendidikan Tinggi Wajib memuat mata kuliah Pendidikan Pancasila, namun kenyataannya pendidikan Pancasila mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi masih digabung pada pendidikan PPKN, hal tersebut membuat pendidikan Pancasila kalah dengan yang lain.

Dalam pendidikan Pancasila seharusnya menjadi pendidikan pokok, namun terkadang karena dalam menggali nilai-nilai Pancasila yang salah, maupun adanya informasi yang salah, dimana ada salahsatu figure yang tidak mau mengakui Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara, maka bisa berdampak pada mahasiswa, padahal nilai-nilai Pancasila pada ke 5 sila tersebut, kalau digali tidak bertentangan dengan agama Islam, bahkan serasi dengan ajaran Islam, jadi semoga Desertasi ini, mampu menjadi referensi bagi Guru dan Dosen untuk menggali dan mengembangkan kembali materi pelajaran atau mata Kuliah Pancasila, dan Pemerintah mau memisahkan pelajaran Pancasila dari PPKN, harapnya.

Rektor UID, Prof. Dr. Ir. H Raihan. MSi, pada wartawan mengaku bersyukur, Universitas Islam Jakarta kembali meluluskan Dr. E Nurudin sebagai lulusan program S3 Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Jakarta ke 16, sehingga kedepan peran alumni lebih besar lagi dalam memberikan kontribusi peningkatan kualitas pendidikan Agama Islam di Indonesia, serta Pendidikan Pesantren, harapya. (Pry).