Usut Tuntas Pembunuhan di Desa Sungai Apung.

Andi gumilar Jumat | 04 Juni 2021 | WIB
Usut Tuntas Pembunuhan di Desa Sungai Apung.
Foto: Istimewa

SwaraJakarta.com -

Gatot Daniel Pardede (50) yang tewas karena dibacok anggotanya berinisial RTD alias Sitompul (38) menggunakan Kampak di Desa Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara, Selasa (1/6/2021) kemarin sekira pukul 21.30 WIB.

Menurut warga sekitar yg tidak mau disebut namanya, bahwa korban dan istrinya adalah orang baik yg suka meolong warga sekitar dan tidak pernah kasar, korban juga bukan seorang yg suka mabuk mabukan dan tidak juga merokok.
“Almarhum Abang saya ini, Gatot Daniel Pardede, orangnya baik, jarang sekali marah dan juga suka membantu para karyawannya termasuk kepada pelaku,” sebut keluarga Manaris Sinaga, Kamis (3/3/2021).

Lanjut Manaris Sinaga, karena setahu saya selaku keluarga, anak pelaku disekolahkan, biaya hidup ditanggung dan disediakan tempat tinggal oleh korban, dan korban juga sering membuat kebersamaan sama karyawan-karyawannya dengan membuat acara musik dirumah dengan menyewa organ agar sama-sama terhibur.

Almarhum juga bukan seorang rentenir seperti yang saya baca media dan saya selaku keluarga almarhum menilai ada beberapa beritanya yang beredar negatif semua padahal tidak seperti itu sifat Abang saya itu,” ungkap Manaris Sinaga.

Atas kejadian pembunuhan tersebut, pelaku sudah diamankan oleh pihak Kepolisian beserta barang bukti kampak yang digunakan pelaku untuk menghabisi korbannya.
Saya selaku keluarga almarhum mengutuk keras pelaku tersebut dan dihukum seberat-beratnya,”

Hugo Tambunan. SH melalui keterangannya di kantor media jakarta, mengatakan. Gatot Daniel Pardede adalah (Tulang/Paman) kandung saya, beliau orang baik panutan untuk keluarga, kerabat bahkan lingkungan sekitanya. Saya sebagai "bere" yang tinggal di jakarta mengutuk keras atas pembunuhan yang dilakukan
anggotanya berinisial RTD alias Sitompul (38), dengan menggunakan Kampak di Desa Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Sumatera Utara, Selasa (1/6/2021) kemarin sekira pukul 21.30 WIB.

Selama saya tinggal dikampung, tulang saya ini selalu akrab bencengkrama kepada keluarga dan karyawannya, Suka memberi tanpa pamrih, dan selalu berfikir dan berbuat membuka pekerjaan bagi warga sekitar, Jadi kalo ada berita miring mengatakan, beliau rentenir adalah Hoax, serta tidak dapat dipertanggung jawabkan opininya. Isu soal rentenir hanya untuk pembenaran pelaku pembunuhan, dan itu kami pihak keluarga sangat tidak menerimanya sama sekali.

Kami keluarga baik yg ada di Sumut dan di Jakarta, akan terus mengawal pembunuhan sadis ini hingga tuntas. Dan memohon kepada Bapak Kapolres Labuhan Batu dan Bapak Kapolsek Kuala Hilir memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini, yang tidak menutup kemungkinan adanya orang lain yg ikut serta dalam pembunuhan sadis ini agar segera di tangkap.
Keluarga berharap pelaku biadap itu, di hukum seberat beratnya sesuai pasal 340KUHP krn pembunuhan sangat jelas di lakukan berencana dengan mempersiapkan Kampak, dan melalui video yg beredar jelas pembunuhan sadis tersebut dilakukan di hadapan anak korban yg masih kecil, dan pelaku membiarkan korban meregang nyawa dan info yg beredar pelaku biadap itu merupakan resedivis, sehingga krn perbuatannya sangat layak di hukum mati.( Hlm)