KPJ ; Satgas Obat Awasi Pasar

Andi gumilar Kamis | 08 Juli 2021 | WIB
KPJ ; Satgas Obat Awasi Pasar
Foto: Istimewa

SwaraJakarta.com -

Pemerintah Daerah Ibu Kota Jakarta, baiknya segera turun tangan dalam peredaran obat kesehatan seputar kebutuhan masyarakat dalam menghadapi virus corona ini. Ketua Koalisi Peduli Jakarta (KPJ) Amos Hutauruk, menyarakan pembentukan Satgas Obat Awasi Pasar (Sagosar) dalam waktu tertentu, sangat penting. Menjaga stock barang serta stabil harga dipasar, memberikan harapan kenyamanan masyarakat agar tetap percaya menjalankan hidup dengan baik.

Awal pandemi tahun lalu, kita sudah pernah mengalami punic buying kebutuhan masker, vitamin, obat anti bakteri dan lain sebagainya. Dan saat ini kita dihadirkan kembali punic buying akan produk susu, vitamin, tabung gas dan lainnya. Ini sama saja membuat masyarakat tidak nyaman dalam menjalani hidup ditengah pandemi covid-19 ini. Masa tega sih liat masyarakat udah sakit, uang tidak ada, kerjaan libur terus, "kaga kasihan apa".

Banyak elemen masyarakat seperti, Persatuan Relawan Jakarta (Perjaka), untuk dapat membantu pemprove DKI membentuk SAGOSAR. Saya yakin para relawan Jakarta, bila diberikan arahan oleh Gubernur Anies untuk turun ke pasar, mengawasi Produk Obat Kesehatan akan bersedia. "Sagosar" bekerja hanya untuk menstabilkan kebutuhan masyarakat akan kebutuhan Obat saja. Dan mereka wajib melaporkan langsung ke Gubernur serta Gugus Tugas Covid-19 Pemprove DKI Jakarta.

Harapan kita semua, tidak ada lagi kejadian yang sudah-sudah akan adanya barang langka hingga harga melambung tinggi. Kita jangan mau diatur pemburu rente, yang memanfaatkan situasi saat ini, untuk mengambil keuntungan yang sebesar besarnya, diatas penderiataan orang lain.

Pak Gubernur hanya memberikan arahan kepada Pak Sekretaris Daerah (Sekda) untuk membentuk Sagosar, agar langsung ada di bawah Ketua Satgas Covid-19, dalam pelaksanaan tugasnya. Para relawan yang memahami ilmu disaster, pasti mempunyai strategi memumpuni untuk membuat kenyamanan masyarakat dalam memperoleh kebutuhannya akan obat kesehatan.

KPJ meyakini, PPKM Darurat yang sedang berjalan selama 17 hari, yang akan berakhir pada 20 juli 2021 mendatang, dapat berhasil dengan baik. Karena kita semua bahu membahu menolong siapa saja, untuk tetap sehat. Perlu sebuah kesadaran tingkat dewa disaat seperti ini, bahwa kita bakanlah siapa siapa, dan kapan saja bisa seperti saudara-saudara kita yang telah mendahului.