Artis Tersangkut Penyalahgunaan Narkoba

Andi gumilar Jumat | 09 Juli 2021 | WIB
Artis Tersangkut Penyalahgunaan Narkoba
Foto: Istimewa

SwaraJakarta.com - Artis Tersangkut Penyalahgunaan Narkoba

Di tengah situasi Pandemi Virus Corona yang penuh keprihatinan, kembali Artis Nia Ramadhani dan suaminya Ardi Bakrie tersangkut kasus Penyalahgunaan Narkoba. Ketua Indonesia Anti Narkoba (INSANO) Jakarta Timur Amos Hutauruk, menyayangkan terjadinya hal tersebut. Mestinya pasangan suami istri ini, kasih berita yang asik dong, misalnya memberikan bantuan obat obatan kepada masyarakat yang terpapar covid-19, atau memberi sumbangan dana kepada pemerintah untuk penanganan covid-19. Kasih berita yang enak enak aja bang ardi, terang amos.

Narkoba ditengah situasi pandemi covid-19 ini, masih menjadi pelarian akan kejenuhan para publik figur yang biasa produktif beraktifitas. Biasanya para artis menggunakan narkoba, karena tekanan pekerjaan, yang biasa produktif menjadi pasif. Akhirnya situasi ini dimanfaatkan oleh para bandar narkoba, untuk berselancar melakukan aksinya. Baru baru ini kita ingat, musisi Anji juga telah ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkoba, sekarang Nia dan Ardi, entah esok siapa lagi yang berani coba-coba.

Berita yang beredar, Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie ditetapkan sebagai tersangka dalam penyalahgunaan dan kepemilikan narkotika.
Status tersebut telah ditetapkan oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

Dimana sebelumnya Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie ditangkap pada Rabu (7/7/2021). Awal mulanya, polisi menangkap Nia dan supirnya, ZN dikediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pukul 15.00 WIB.

Yang saya tau, sebagai Ketua INSANO Jakarta Timur, Nia Ramadhani adalah putri seorang politisi di Jakarta Timur, yang baik oleh semua elemen masyarakat. Mendengar berita seperti ini membuat kita kaget, serasa tidak percaya. Akhir pemetaan Insano Jaktim, mengkrucut kepada sosok lain yang telah meracuni pasutri ini untuk menggunakan narkoba. Dan ini sebuah pembelajaran untuk mereka, lebih hati-hati dalam bergaul.

Dalam keterangan persnya, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Agus Andrianto, menekankan pentingnya rehabilitasi dalam, penanganan kasus narkoba. Ia pun akan menjadikan rehabilitasi sebagai prioritas utama.

Dan Spirit tersebut tertuang dalam, undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, adalah menyelamatkan anak bangsa. Ke depan harus menjadi prioritas kami, pecandu wajib direhabilitasi," ujar Kabareskrim Agus melalui keterangan tertulis pada Selasa, 30 Maret 2021.

INSANO Jaktim mendukung Polri serta BNN, untuk menumpas Penyebaran Narkoba Sampai Keakarnya. Untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Tanpa Narkoba).