Program Doktor Pendidikan Agama Islam UID Gelar Webinar Luruskan Informasi Haji

Senin | 19 Juli 2021 | WIB
Program Doktor Pendidikan Agama Islam UID Gelar Webinar Luruskan Informasi Haji
Foto: Istimewa

SwaraJakarta.com - Program Doktor Pendidikan Agama Islam UID Gelar Webinar Luruskan Informasi Haji

Selama pandemi covid 19 hampir semua perguruan tinggi di negeri ini dalam melaksanakan program akademinya banyak mengalami kendala, termasuk kegiatan yang terkait langsung dengan sosialisasi program akademi dan ilmiah, seperti seminar, lokakarya baik skala nasional maupun internasional.Dengan situasi pandemi covid 19 , perguruan tinggi banyak memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan program akademinya dengan kegiatan seminar daring Webinar.

Hal inilah yang terus dilakukan oleh Universitas Islam Jakarta (UID) secara berkesinambungan ,ini dibuktikan dengan menggelar seminar daring yang bertajuk HAJI DAN HOAX 2021, yang diprakarsai oleh Program Doktor Pendidikan Agama Islam UID yang berlangsung hari ini Sabtu,17 Juli 2021.

Seminar Daring Haji dan Hoax 2021, secara resmi dibuka oleh Rektor UID Profesor Rayhan.Rektor UID dalam sambutan, mengungkapkan,selama pandemi covid 19, pihaknya telah banyak memberikan berbagai informasi yang terkait langsung dengan perkembangan dan situasi saat ini,baik itu menyangkut kegiatan akademi UID maupun masalah yang terjadi saat ini, misal Webinar kali ini yang membahas Haji dan Hoax 2021.

Dikatakan Haji dan Hoax 2021 Thema yang cukup menarik dan penting untuk dibahas,sehingga masyarakat lebih memahami,dan tidak ada lagi prasangka yang bukan bukan terkait dengan topik tersebut.

Berdasarkan catatan, di Indonesia terdapat sekitar 800 ribu situs yang terindikasi menyebarkan informasi palsu dan pengguna internet 137 juta.

Rayhan berharap Webinar Haji dan Hoax dapat meluruskan informasi tentang ibadah haji dan menyikapi dalam hal menunaikan ibadah haji,banyak berita simpang siur yang berdampak pada masyarakat Indonesia khususnya Umat Islam yang akan melaksanakan ibadah haji.

Pembicara kunci,Kaprodi Pasca Sarjana Prof.Dr.Dede Rosyada MA. Pemerintah Indonesia , pada masa pandemi covid 19 yang memasuki tahu kedua tidak memberangkatkan jamaah haji karena berbagai pertimbangan,terutama terkait dengan khususnya kesehatan.Dibagian lain dikatakan pandemi covid 19 masih belum selesai,bahkan di beberapa negara masih menunjukan angka cukup tinggi yang terpapar covid,apabila memberangkatkan jamaah ke Arab Saudi dan berjumpa dengan jamaah negara lain tidak bisa menjamin keamanan dari proses dampak virus Corona yang membahayakan. Untuk itu Webinar tersebut akan ada manfaatnya bagi masyarakat tentang informasi maupun berita yang lebih obyektif.

Direktur Haji dan Umrah Kementerian Agama RI,KH.SAIFUL MUJAB,MA.dalam paparannya pada Webinar Haji dan hoax menjawab berita hoax yang beredar di medsos, pembatalan haji akibat keuangan maupun hutang,tidak benar karena semua kewajiban seperti hotel,catering dan perijinan sudah dibayar dimuka.Untuknurusan haji pihaknya telah melibatkan berbagai pihak diantara kementerian perhubungan,kantor imigrasi,kehakiman dan kordinator ada di Kementerian Agama.Sedangkan untuk penentuan nilai uang dalam pelaksanaan ibadah haji libatkan wakil rakyat komisi VIII DPR RI.Pengelolaan keuangan dana haji ditangan oleh Badan Pengelola Keuangan HAJI BPKH.Saiful MUJAB,menegaskan,tidak benar dana ibadah haji digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Dr.M.Mufraini.LC.MSi.sebahsi pembicara kedua dalam Webinar Haji dan Hoax, menuturkan manajemen jasa pelayanan operasional ibadah haji melalui proses yang panjang dengan tahapan yang begitu rumit dan ketat sehingga menghasilkan yang terbaik untuk kepentingan penyelenggaraan ibadah haji.Bshkan secara kualitas dari tahun ke tahun tidak banyak mengalami perubahan,pasalnya jumlah jamaah haji ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi.Ysng menjadi persoalan selama ini jumlah kematian jamaah dari Indonesia,sehingga banyak melibatkan berbagai instansi terkait dalam pelaksanaan ibadah haji.Pasalnya masa tunggu,sehingga umur jadi masalah utama sehingga pemerintah memprioritaskan umur umur tertentu.Webinar Haji dan Hoax yang digelar oleh program doktor UID,diikuti lebih dari 300 peserta dengan pembicara Direktur Haji dan Umrah Kementerian Agama,KH.Saiful MUJAB.MA dan Dr.M.Arief Mufraini.LC.MSi.--Asm --