*Kepala NFA Dorong KADIN Menjadi Lokomotif Pangan*

Andi gumilar Sabtu | 27 Agustus 2022 | WIB
*Kepala NFA Dorong KADIN Menjadi Lokomotif Pangan*
Foto: Istimewa

SwaraJakarta.com -
Jakarta – Pembangunan pangan tidak terlepas dari keterlibatan berbagai stakeholder terkait. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Selain dari pemerintah, butuh sinergi dan kolaborasi dengan akademik, komunitas/asosiasi, pelaku usaha di bidang pangan hingga media. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi dalam Rapimprov III Kamar Daging dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, yang berlangsung pada Sabtu (27/08/2022).

Menurut Arief, KADIN harus menjadi mitra strategis pemerintah bersama stakeholder lainnya dalam mewujudkan pembangunan pangan yang mandiri dan mampu menjawab tantangan dan dinamika global.

“Yang penting cara pandang kita harus positif. Bahwa di tengah ancaman krisis pangan akibat dampak perubahan iklim, pandemi dan perang global, kita bisa melihat celah untuk membangun kemandirian pangan. Saya berharap KADIN bisa menjadi lokomotif pangan,” ujar Arief.

“Ke depan itu yang penting adalah market-nya. Apa yang diminta pasar itu yang kita siapkan. Bahkan targetnya harus sampai ke luar negeri/ekspor. Kita ingin go global. Dan saya melihat KADIN punya peran besar di sini,” tambahnya.

Arief yang juga Wakil Ketua Dewan Pengarah KADIN DKI Jakarta ini mengatakan, kondisi krisis pangan dan pengurangan ekspor gandum oleh negara produsen justru menjadi kesempatan untuk mengembangkan produk pangan lokal.

“Jadi ini justru kesempatan bagi kita untuk memproduksi dan mengembangkan pangan lokal. Tidak mesti beras atau nasi, kita punya banyak kearifan pangan lokal. Nah Ini kita dorong. Bapak Presiden memerintahkan agar mengoptimalkan potensi dan sumber daya pangan lokal kita,” ujar Arief.

Menyikapi kondisi naiknya komoditas pangan seperti telur dalam beberapa waktu terakhir, Arief menilai hal tersebut merupakan dinamika menuju keseimbangan baru. Naiknya biaya produksi berkontribusi, dan juga biaya distribusi berdampak pada kenaikan harga.

Karena itu, NFA berperan mengonsolidasikan produksi dan ketersediaan dengan kebutuhan yang ada. “Dari 9 komoditas pangan yang ditangani NFA, itu ketersediaannya aman. Hanya saja tantangannya hari ini memang di dinamika harga. Kita harus menjaga agar inflasi pangan tidak meningkat, namun pada saat yang sama produsen (petani/peternak) juga tidak boleh dirugikan. Maka yang kita inginkan adalah petani peternak sejahtera, pedagang untung, konsumen tersenyum. Ini butuh keterlibatan semua pihak termasuk KADIN.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KADIN DKI Jakarta Diana Dewi mengamini, bahwa KADIN sangat konsen dengan pembangunan ketahanan pangan.

“Karena kita aware dangan adanya warning krisis pangan dan adanya perubahan iklim, kita mendukung upaya bersama dalam menjaga keseimbangan pangan. Kami dari KADIN bisa menjadi mitra strategis dari NFA sehingga pangan yang memang dibutuhkan itu akan stabil/balance, sesuai dengan harapan kita bersama.” ujar Diana.